Dinasti Goryeo
Dinasti Goryeo adalah dinasti yang didirikan oleh Wang Geon di Songdo, (Kaesong pada saat ini). Dinasti ini berdiri dari tahun 918 dan berakhir pada tahun 1392. Dinasti Goryeo menggabungkan Tiga Kerajaan Akhir Korea dengan menguasai Silla dan menumbangkan kerajaan Baekje Akhir (Hubaekje) tahun 935. Nama Goryeo adalah singkatan dari nama Kerajaan Korea, Goguryeo. Nama Korea juga diambil dari kata Goryeo.
Korea pada era ini tercatat mengalami kemajuan dalam bidang seni budaya seperti arsitektur, keramik, percetakan dan produksi kertas. Penemuan terkenal dari Dinasti Goryeo adalah alat cetak pertama di dunia (tahun 1234) dan Tripitaka Koreana.
Dinasti ini tidak dapat lepas dari serbuan bangsa Mongol pada abad ke-13 yang pada akhirnya ikut mempengaruhi budaya Korea. Invasi Mongol ini melemahkan Goryeo hingga Raja Gongmin (1352–1574) memulai reformasi untuk menyingkirkan bangsa Mongol dari istana tapi tidak berhasil.[3] Akhirnya di tengah kekacauan ini Dinasti Goryeo diakhiri oleh pemberontakan yang dilakukan oleh Jenderal Yi Seong-gye tahun 1392 dan digantikan oleh Dinasti Joseon.
Di akhir abad ke-9, Silla dan Balhae sedang mengalami kekacauan. Di Silla, konflik internal atas suksesi tahta mengakibatkan goncangan politik, meletusnya pemberontakan petani dan munculnya pemimpin-pemimpin pemberontak di daerah-daerah. Di utara, Balhae menghadapi krisis dan tekanan Dinasti Liao, kerajaan bangsa Khitan. Di awal abad ke-10, lahir gerakan-gerakan kebangkitan dari bekas orang-orang Baekje dan Goguryeo seperti Gerakan Baekje Baru dan Goguryeo Baru, mengantarkan pada Periode Tiga Kerajaan Baru. Sementara, negeri Balhae telah dikalahkan oleh Khitan (926).
Seorang tokoh militer yang muncul dari daerah bernama Wang Geon mendirikan kekuatan baru bernama Goryeo dan mengikutsertakan para jenderal lain untuk berpartisipasi dalam politik pemerintahan. Pendiri Goryeo menganggap kerajaan mereka adalah anak cucu Goguryeo dan menerima pengungsi-pengungsi dari Balhae dengan terbuka. Mulai saat itu Goryeo serius melancarkan ekpansi teritori ke utara. Lahirnya Goryeo menandai akhir dari Periode Negara Selatan dan Utara dan dimulainya unifikasi Korea yang sesungguhnya.
Pada tahun 958, Goryeo mengadopsi sistem ujian nasional yang digunakan untuk memilih para pegawai pemerintahan oleh Dinasti Sui dan Dinasti Tang di Tiongkok . Ujian nasional ini dilaksanakan memilih orang-orang berkualitas dalam menduduki posisi penting pemerintahan.
Sistem pemerintahan Dinasti Goryeo mirip dengan sistem kerajaan sebelumnya (Tiga Kerajaan) yang ditandai dengan adanya pemerintahan terpusat di mana sang raja dibantu oleh dewan kecil. Pemerintahan sipil berciri khas kekuasaan oleh kelas para bangsawan di atas kaum rakyat jelata. Di antara kedua kelas ini terdapat para magistrat lokal kaya.

terimakasih atas informasinya kakak 😻
BalasHapusTerimakasih kasih ye infonya😍
BalasHapusLegenda dr Korea nih
BalasHapuswih bagus sekali, terimakasih infonya
BalasHapusTerima kasih atas informasinya mbaee
BalasHapus